Tim Dosen Universitas Bengkulu Gelar Pengabdian Masyarakat Berbasis IPTEKS

0
100

Kota Bengkulu – Tim Dosen Universitas Bengkulu yang diketuai Anandyawati, S.P., M.Si mengadakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Berbasis IPTEKS kepada Ibu-Ibu Perumahan Taman Bentiring Residen.

Bentuk program yang ditawarkan adalah pemanfaatan lahan pekarangan sempit dengan sistem pertanian perkotaan yang sederhana, mudah dan murah untuk dilakukan. Program yang dilakukan melalui sosialisasi dan praktek urban farming atau pertanian perkotaan.

Kegiatan yang telah terlaksana yaitu pembuatan kompos mandiri menggunakan sampah organik rumah tangga dengan metode keranjang takakura. Selain sosialisasi, juga dilaksanakan praktek langsung kegiatan pembuatan kompos dengan ibu-ibu perumahan.

Pemilihan pengomposan dengan menggunakan metode keranjang takakura ini adalah karena metodenya yang mudah diaplikasi dan diadaptasikan oleh ibu rumah tangga sekalipun.

“Metode Pengomposan Takakura ini adalah metode pengomposan yang dikenalkan oleh Mr. Takakura orang Jepang Tahun 2004. Metode ini sederhana, mudah diaplikasikan, mudah diterapkan, tidak butuh biaya yang mahal, cocok untuk lahan sempit dan ramah lingkungan,” ujarnya. Kamis, 15 Juni 2023.

Tim Dosen Universitas Bengkulu Gelar Pengabdian Masyarakat Berbasis IPTEKS

Ia menambahkan, peralatannya adalah berupa keranjang atau ember yang sudah tidak dipakai dan karung. Sementara bahannya adalah sampah rumah tangga, sekam, tanah subur/kompos dan air. Takakura cocok untuk skala rumah tangga dalam mengurangi sampah langsung dari sumbernya.

Penjelasan dari Anandyawati tata cara pengomposan adalah sampah organik yang sudah dipotong kecil-kecil cukup dimasukkan ke dalam keranjang, diberikan tanah subur sebagai starter mikrobanya dan sekam untuk mengurangi bau dan disiram tanpa harus ditambahkan bahan penambah lainnya. Pengomposan berjalan paling lama 1 bulan. Ciri-ciri kompos sudah mata yaitu berwarna hitam, strukturnya remah dan baunya seperti bau tanah atau tidak ada bau. Kompos sudah bisa dipanen dan dijadikan pupuk untuk tanaman.

Ibu-ibu perumahan Tamah Bentiring Residen antusias mengikuti materi dan praktek yang diberikan oleh Tim Pengabdi.

“Masyarakat antusias dengan pengomposan metode takakura ini, karena metodenya mudah, murah dan sederhana. Tadi juga Tim UNIB memberikan alat dan bahan untuk membuat kompos di rumah bagi ibu-ibu,” pungkas Atri Fahmi, Ibu RT perumahan Tamah Bentiring Residen.

Ia juga menegaskan, ada sekitar 12 orang ibu-ibu yang tertarik untuk membuat kompos. Kami berterimakasih kepada Tim UNIB sudah memberikan ilmu pengetahuan yang baru buat ibu-ibu. Dan ilmunya mudah untuk dipahami dan diterapkan. (PMS20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini