Puasa Untuk Membangun Integritas Profesi Akuntan

0
117

Jakarta – Berkembangnya profesi akuntan khususnya akuntan publik dalam suatu negara sejalan dengan berkembangnya bisnis di negara tersebut. Pada profesi akuntan inilah banyak pihak menggantungkan harapan besar atas bisnis yang sehat, sebut saja kreditur, investor, pemerintah, dan masyarakat. Harapan penilaian kondisi ekonomi dari sebuah korporasi yang transparan dan tidak memihak kepentingan pihak tertentu. Profesi akuntan publik sendiri memiliki tanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan sehingga masyarakat memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber ekonomi, semakin berkembangnya globalisasi dan diversifikasi jasa akuntan disertai dengan kombinasi pasar yang semakin kompetitif menyebabkan perhatian lebih ditujukan kepada profesi akuntan dan standar etisnya.

Seringkali auditor atau akuntan publik mengalami dilema etis yang melibatkan nilai-nilai yang bertentangan dengan standar etika profesi yang akhirnya melunturkan prinsip etis yang seharusnya diemban yaitu salah satunya integritas. Integritas menjadi salah satu prinsip etis yang utama yang wajib dipahami dan dilaksanakan oleh setiap akuntan. Apabila kita melihat kembali pengertian integritas di dalam kamus, kita akan menemukan makna bahwa integritas merupakan suatu misi atau tujuan bersama untuk tumbuh dan berkembang sesuai hati nurani setiap individu, Sehingga nilai-nilai etis yang terdiri dari prinsip etis dan aturan etika perlu serta wajib dipahami oleh setiap profesi akuntan dalam menjalankan tugas keprofesiannya, tak hanya sebagai simbol dalam suatu organisasi saja dan pelanggaran etika lebih lanjut oleh akuntan publik dapat diminimalisasi dengan baik.

Dalam bidang akuntan, integritas harus dijalankan setinggi mungkin. Integritas adalah elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional, yang berarti menjadi melandasi kepercayaan publik dan menjadi patokan bagi anggota dalam menguji pengambilan keputusan. Integritas mengharuskan anggota dalam bidang akuntan untuk bersikap jujur tanpa mengorbankan rahasia penerima layanan. Dalam hal ini, integritas dapat menerima kesalahan yang terjadi secara tak sengaja, tetapi tidak mentolerir kecurangan atau penghapusan prinsip sebagai anggota akuntan.

Momentum puasa mengajarkan nilai-nilai keluhuran, puasa sangat bisa menjadi jalan membangun integritas diri dan menempa spiritual pribadi seorang akuntan. Puasa merupakan simbolisasi pengendalian dan pengontrolan kesenangan sebagai kunci keluhuran hidup. Keluhuran dalam kehidupan menjadikan hidup kita mulia dan bermanfaat bagi kemaslahatan ummat. Karena sebaik-baik orang adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain (Hadits riwayat Thabrani dan Daruqutni)
Hakekat ibadah puasa sesungguhnya adalah berkaitan dengan integritas individu dalam melakoni kehidupan sosialnya. Rahasia ibadah puasa senantiasa mengajarkan tentang makna kejujuran, kebenaran, keberanian dan kesediaan menegakkan keadilan. Salah satu yang harus diperhatikan semua profesi akuntansi yaitu proses ibadah puasa di bulan ramadhan yang merupakan perwujudan integritas ibadah sosial dimana individu manusia menjaga hubungan baik dengan individu atau kelompok manusia lainnya dan nilai-nilai religiusnya bagaimana manusia berhubungan dengan sang maha pencipta Allah dengan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya.

Kerentanan profesi akuntan ikut terseret dalam arus globalisasi juga dipengaruhi oleh sikap integritas yang ditentukan oleh setiap akuntan publik. Bagaimana arah sikap mereka nantinya, keputusan yang diambil, akan bergantung dari pondasi awal yang ditentukan oleh setiap individu. Adanya alasan material dan non material sebagai keputusan pertama seseorang menjalani sikap integritas, alasan mana yang akan menjadi alasan utamanya. Alasan tersebut yang akan mendorong seseorang dalam bersikap, sehingga pada akhirnya memunculkan sebuah kategori seorang individu yang berintegritas atau tidak.
Integritas murni atau integritas yang baik dalam profesi akuntansi yaitu sikap yang ditunjukkan oleh akuntan publik dengan mempertahankan sikap integritasnya secara holistik, jujur, apa adanya, dan berdasarkan standar yang berlaku. Mereka mengedepankan sikap amanah atas tugas yang dijalankan. Sikap yang mengutamakan kepentingan umum atau publik, dengan menetapkan pondasi agama, spiritual religiusitas, dan ketuhanan.

Sikap integritas yang dimaknai oleh akuntan publik akan menentukan arah sikap mereka dalam bertugas dan keputusan etis yang akan diambil, apakah akan tetap mempertahankan atau mengabaikannya. Dengan pemahaman yang mendalam secara holistik dan berlandaskan pada pondasi agama, norma, dan standar yang berlaku akan menggiring akuntan publik pada sikap integritas murni berdasarkan akhlakul karimah.

Oleh: Icha Maryani, Mahasiswa Akuntansi Unibersitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini