Prof Nasaruddin Sebut HSN Momen Mengenang Perjuangan Pesantren 

0
69
Prof Nasaruddin Sebut HSN Momen Mengenang Perjuangan Pesantren 

Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA membuka rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) di Masjid Istiqlal. Peringatan HSN dibungkus dalam kegiatan Istiqlal Santri Fest dengan berbagai kegiatan. Diantaranya Santri Fest, Interfaith Youth Camp, Interfaith Walk, Bazar Kuliner Nusantara, Seminar Akuntansi Pesantren, dan International Conference.

Prof. Nasaruddin Umar dalam sambutannya mengingatkan, semua orang akan peringatan Hari Santri yang akan datang pada tanggal 22 Oktober.

Ia menyoroti sejarah perjuangan pondok pesantren dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia dan bagaimana semangat itu masih hidup hingga hari ini.

“Pesantren dan Kyai memiliki andil penting dalam merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya. Kamis, 19 Oktober 2023.

Imam Besar Masjid Istiqlal juga memberikan penghargaan istimewa kepada Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) atas gagasannya dalam menggelar Istiqlal Santri Fest.

“Agenda peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pertama yang dilakukan oleh Masjid Istiqlal dan kegiatan ini digagas oleh PKUMI salah satu program unggulan Masjid Istiqlal,” ungkapnya.

Prof Nasaruddin Sebut HSN Momen Mengenang Perjuangan Pesantren

Ia berharap, keenam rangkaian acara tersebut akan berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif yang luar biasa, memperkuat toleransi dan kerukunan di masyarakat yang semakin beragam.

M. Patri Arifin selaku Penanggung Jawab Acara menegaskan, Interfaith Youth Camp sebagai rangkaian acara pertama dalam Istiqlal Santri Fest 2023,

“Syukur acara ini telah menarik perhatian semua peserta yang terdiri dari Milenial lintas imam, mereka adalah utusan dari berbagai sekolah lintas agama se-DKI Jakarta,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Karim Bakri mengatakan, acara tersebut menjadi platform bagi pemateri yang berkompeten, seperti Darul Ma’arif Asri dan Dr. Tubagus Wahyudi, ST., M.Si., MCHt., CHI, untuk memberikan materi tentang “Interfaith Capacity Building.” Materi ini dirancang untuk memperkuat pemahaman tentang berbagai agama dan keyakinan serta mempromosikan dialog antaragama yang harmonis.

“Hari pertama Istiqlal Santri Fest 2023 adalah awal yang menjanjikan. Semangat dan semarak yang melingkupi acara ini mencerminkan tekad kuat untuk memperkuat kerukunan antaragama di Indonesia. Semua mata tertuju pada bagaimana acara ini akan berkontribusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, harmonis, dan toleran” tutup Karim. (PMS20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini