Komisi III DPRD Bengkulu Utara Bertekad Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Soal PT PMN

0
145

Arga Makmur – Ketua dan Jajaran Komisi III Dewan Perwakipan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Utara menerima kunjungan Kepala Desa Taba Baru dan Kepala Desa Kalbang Kecamatan Lais beserta rombongan. Kehadiran perwakilan masyarakat dua Desa penyangga areal tambang batu bara milik PT Putra Maga Nanditama (PMN) tersebut, dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait beberapa persoalan yang timbul pasca dimulainya aktivitas tambang. Selasa, 30 Agustus 2022.

Terpantau ada beberapa poin tuntutan yang masyarakat sampaikan diantaranya, soal tenaga kerja lokal. Masyarakat bengharapkan minimal 2/3 dari tenaga kerja yang dibutuhkan oleh tambang haruslah masyarakat lokal. Mereka juga menilai NJOP ganti rugi tanah masih dibawah standar.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mempersoalkan belum adanya pelibatan mereka maupun Desa terdampak dalam sosialisasi dokumen lingkungan dan bahkan mereka juga menduga PT PMN telah beroprasi di luar IUP.

“Ada titik koordinat yang tidak sesuai dalam IUP PT PMN lahan seluas 1000 HA tersebut berada di Kecamatan Air Besi. Namun, faktanya hampir 60 %-70 % Desa Kalbang yang terdampak,” ujar Kadus Kalbang Eko.

Perwakilan masyarakat tersebut berharap Komisi III DPRD Bengkulu Utara dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat warga Desanya. Termasuk soal dana Coorpirate Social Responsibility (CSR). Sebab, Pihak tambang harus mensejahterakan masyarakat.

“Perlu kami sampaikan, salinan dokumen Amdal tidak pernah kami terima atau tidak pernah disampaikan pada kami. Meskipun kami tidak memiliki wewenang, tapi kami merupakan masyarakat yang terdampak. Ingat ini bumi nenek moyang kami sedangkan PT tersebut habis nambang ya pulang,” tegasnya.

Sedangkan, Kepala Desa Taba Baru Ratno, pasca dimulainya aktivitas pengangkutan hasil tambang kondisi jalan Kecamatan Lais makin memprihatinkan kerusakannya makin parah.

“Masyarakat hanya menikmati jalan rusan akibat aktivitas PT semenjak adanya tambang, tambah parah bahkan beberapa warga telah menjadi korban Lakalantas. Kami minta tolong Ketua Komisi memperhatikan kondisi ini,” pungkas Ratno.

Sementara itu, Ketua Komisi III Pitra Martin, bertekad akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Taba Baru dan Desa Kalbang. Pihaknya berupaya akan segera mencarikan solusi atas beberapa persoalan yang ada.

“Jajaran Komisi III berterima kasih hari ini telah di ingatkan dengan kondisi real yang dihadapi rakyat saat ini. Hal ini harus menjadi perhatian bersama, rumah rakyat akan selalu terbuka untuk mencarikan solusi atas persoalan yang ada. Termasuk soal aktivitas PT PMN, ” ucap Pitra Martin.

Ia juga menghinbau agar masyarakat untuk tetap waspada dan tetap menjaga keadaan lingkungan. Mengingat dalam beberapa hari ini Bengkulu Utara dilanda musibah banjir dan tanah longsor. (Rls/PMS20).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini