Beranda ADVERTORIAL Kedurai Agung BMA Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Budaya Rejang di...

Kedurai Agung BMA Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Budaya Rejang di Lebong

9
Kedurai Agung BMA Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Budaya Rejang di Lebong
Kedurai Agung BMA Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Budaya Rejang di Lebong

Lebong – Kedurai Agung yang diselenggarakan Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk mempererat kebersamaan melalui doa bersama sekaligus melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Rejang.

Kegiatan adat yang digelar di tepian Sungai Ketahun, Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara, Kamis (4/6), tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pemangku adat, dan masyarakat.

Selain sebagai ungkapan rasa syukur, Kedurai Agung juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat Rejang untuk memanjatkan doa memohon keselamatan, sehingga masyarakat Kabupaten Lebong senantiasa diberikan perlindungan dan dijauhkan dari berbagai musibah.

Dalam kesempatan itu, Bupati H. Azhari menyampaikan apresiasi kepada Badan Musyawarah Adat (BMA) atas komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur yang menjadi identitas masyarakat Rejang dan Kabupaten Lebong.

Kedurai Agung BMA Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Budaya Rejang di Lebong
Kedurai Agung BMA Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Budaya Rejang di Lebong

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan budaya sebagai perekat persatuan serta modal penting dalam membangun daerah.

“Melalui nilai-nilai adat dan budaya ini, mari bersama-sama kita pererat persatuan, menjaga keharmonisan, dan terus berkontribusi positif untuk mewujudkan Kabupaten Lebong yang aman dan sejahtera,” ujar Azhari.

Pemerintah Kabupaten Lebong berharap pelaksanaan Kedurai Agung dapat terus menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah, pemangku adat, dan masyarakat, sekaligus memperkuat pelestarian budaya Rejang sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. (Adv)