Sarpas MT-II Belum Disalurkan, Ini Penjelasan Disperkan

0
1556
Pemda Lebong melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) telah menganggarkan sejumlah Bantuan dan akan di distribusikan kepada para petani sebagai sarana penunjang program MT-II tahun ini

Lebong – Demi mewujudkan kebahagia dan kesejahtra masyarakat sekaligus bertekad mensukses program Musim Tanam Kedua (MT-II) tahun 2023.

Pemerintah Daerah (Pemda) Lebong melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) telah menganggarkan sejumlah Bantuan dan akan di distribusikan kepada para petani sebagai sarana penunjang program MT-II tahun ini.

Pantauan awak media hingga saat ini, sejumlah bantuan berupa sarana dan prasarana penunjang MT-II tersebut belum disalurkan kepada para petani yang telah mendaftarkan dan siap mengikuti dan mensukseskan program prioritas Bupati Lebong, Kopli Ansori dan Wakil Bupati Lebong, Fahrurrozi.

Kendati sejumlah bantuan yang dijanjikan Pemda melalui Disperkan itu belum dibagikan justru berbanding terbalik jika kita bandingkan dengan minat MT-II tahun 2023.

Hal itu terbukti berdasarkan data tahun ini jumlah baku hamparan yang siap mensukseskan MT-II mencapai 2.800 hektar, ini menandakan kesadaran masyarakat akan manfaat MT-II mulai terbangun imbas dari keberhasilan MT-II sebelumnya.

Bupati Lebong, Kopli Ansori saat meninjau persiapan lahan sekaligus mensosilisasikan program MT-II kepada para petani secara langsung.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong, Hedi Parindo melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Jimmy Tri Susilo mengaku, bantuan meliputi 25 Kg benih padi per hektare, racun pembasmi hamah, pupuk dan pestisida memang belum dibagikan. Sebab, saat ini pihaknya masih fokus pada pengolahan.

“Belum. Kami masih fokus pengolahan lahan dan juga pengendalian tahap awal,” ujar Jimmy saat dikonfimasi, Rabu 24 Mei 2023.

Lanjut Jimmy menyampaikan, meskipun demikian untuk meringankan biaya produksi dan menunjang pengolahan lahan para petani pihaknya telah menyalurkan 78 unit handtraktor kepada kades yang desanya ikut MT2.

Sedangkan, untuk bantuan benih padi, pupuk hingga pestisida tidak serta merta langsung disalurkan. Namun, para calon penerima akan diverifikasi terlebih dahulu.

“Kalau data dari desa yang masuk sudah 2.800 Ha. Kini kami verifikasi yang sudah olah lahan,” sambung Jimmy.

Lebih jauh, ia mengaku, untuk bantuan racun dan pestisida tidak merata. Sebab, akan disesuaikan dengan kebutuhan sawah masing-masing.

“Kalau racun dan pestisida disesuaikan kondisi serangan hama di lapangan karena mekanisme kita adalah gerakan pengendalian masal,” demikian Jimmy. (ABE/Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini