Tingkatkan Kesejahteraan UMKmM, Bank Bengkulu Terus Berinovasi

458
Tingkatkan Kesejahteraan UMKM, Bank Bengkulu Terus Berinovasi

Kota Bengkulu – Era digitalisasi saat ini, percepatan elektronifikasi digital terkhusus berkaitan dengan transaksi digital sangatlah penting, terutama para pelaku UMKM. Elektronikfikasi digital ini tentunya membutuhkan wadah berupa aplikasi, aplikasi yang digunakan merupakan metode pembayaran digital.

Hal tersebut membuat Bank Bengkulu merilis metode pembayaran QRIS di aplikasi Mobile Banking Bank Bengkulu dan telah disahakan pada pekan QRIS Nasional pada awal bulan Agustus 2023 ini.

Hal tersebut diungkapkan Pimpinan Satuan Kerja Digital Banking Bank Bengkulu dan Pelaku UMKM, RZ. Achmad Fahmi, saat Dialog di media RRI Bengkulu berlangsung di LPP RRI Bengkulu di Simpang SKIP, Jl. S. Parman No 31. Rabu, 30 Agustus 2023.

“Para pelaku UMKM tidak perlu lagi menyediakan uang tunai, uang receh dan uang kembalian karna semuanya bisa dibayarkan secara reel time dari customer atau merchant, dengan QRIS mempermudah kita dalam elektronifikasi transaksi digital saat ini,” ujar Fahmi.

Ia juga menginformasikan kepada para pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu, Bank Bengkulu hadir untuk membantu utamanya di pedesaan yang acapkali terkendala sinyal untuk transaksi.

“Bank Bengkulu hadir dalam memberikan solusi, edukasi dan pemahaman bagi pelaku UMKM di pedesaan, karena Cabang Bank Bengkulu sudah ada di setiap kabupaten Bengkulu,” tegasnya

Lanjutnya, pihaknya juga terus bergerak maju dengan memperkenalkan program-program unggulan, salah satunya program BaBe Besar, dengan program ini telah memiliki agen sebanyak 496 merchant.

“Disamping kita memperkenalkan program BaBe Besar secara masif kita akan perluas Qris Bank Bengkulu,” ungkapnya.

Dalam dialog tersebut juga, Fahmi, berucap bahwa Qris Bank Bengkulu akan terus di perbaiki. Kedepan pihaknya akan terus upgrade agar menjadikan Qris Border Bank Bengkulu bisa digunakan di seluruh dunia.

Menurutnya, para nasabah Bank Bengkulu tidak perlu khawatir Qris dapat digunakan di luar Kota maupun negara-negara tetangga yang telah bekerja sama dengan negara Indonesia serta memepunyai aturan tertentu, seperti Thailand dan lainnya.

Kemudian, peningkatan pelaku UMKM naik kelas dengan cara sebagai berikut:

1. Memahami Elektronifikasi TransaksiM

2. Menerapkan Transaksi Digital

3. Menerapkan pemasaran digital di media sosial, seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, dll.

4. Memberikan Packaging produk yang menarik

5. Memberikan bahan produk-produk menarik serta modern

6. Merekrut SDM

“Program BaBe Besar juga akan memberikan pelayanan berupa tranding dan pakinging bagi merchant, seperti pemberian pamplet nama usaha dan layanan backup dana,” jelasnya.

Fahmi juga menegaskan, Bank Bengkulu terus melakukan secara masif kegiatan marketing, seperti selling day yang dilakukan oleh tim di Bank Bengkulu Pusat dan Bank Bengkulu Capem, disinah kita bisa merekrut merchant atau pelaku UMKM.

Selanjutnya membahas pertanyaan konsumen terhadap masalah Delay Qris dan penipuan Qris, disini Fahmi selalu pimpinan pusat menjelaskan “terkait pertanyaan pertama, Delay Qris terjadi ketika transaksi antara Bank lain itu H+1, namun jika transaksi sesama Bank Bengkulu langsung di hari yang sama,” jelasnya.

“Selanjutnya terkait pertanyaan kedua, Bank Bengkulu telah menyediakan layanan QR Merchant di aplikasi mobile banking yang melakukan filter transaksi yang masuk serta langsung terconnet ketika melakukan scan, dan tentunya para konsumen mengecek terlebih dahulu dana yang masuk,” jelas Fahmi.

Tingkatkan Kesejahteraan UMKM, Bank Bengkulu Terus Berinovasi

Kemudian dijelaskan oleh RZ. Achmad Fahmi adapun tips cara mencegah penipuan QR Code, yaitu:

1. Pastikan saat scan QR Code telah tercantum Merchant yang bersangkutan.

2. Pastikan pengguna mobil banking adalah BJB yang telah diresmikan dan diawasi pihak OJK.

3. Pastikan e-wallet yang digunakan telah terdaftar dan diawasi OJK.

“QR code di transaksi digital ini ada 2 jenis, Statis dan Dinamis. Statis berupa QR Code berbentuk cetak yang nominal harga produk di tulis oleh konsumen sedangkan Dinamis merupakan QR code yang terdapat di aplikasi yang nominal harga produk di tentukan oleh merchant itu sendiri,“ terang Fahmi.

Kemudian pada layanan transaksi digital untuk para nasabah dan merchant Bank Bengkulu tidak ada biaya administrasi, namun yang dikenakan biaya itu dari merchant sendiri dengan ketentuan Merchant Diskon Rate (MDR), ketentuan tersebut telah diatur oleh Bank Indonesia sebesar 0,3%.

Dalam dunia digitalisasi mulai tersebar luas di Indonesia, salah satunya cara bertransaksi digital Ditargetkan seluruh lapisan masyarakat akan mengenal apa itu dunia digital. Maka dari itu Bank Bengkulu berperan persuasif dan masif dalam memberikan edukasi pada masyarakat Bengkulu, seperti memperkenalkan digitalisasi dalam program selling day, serta Bank Bengkulu memperkenalkan digitalisasi sejak usia dini.

“Hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan, kita perlu peran Pemerintah dalam peningkatan jaringan telkom,” pungkas Fahmi.

“Bank Bengkulu kedepannya akan terus mengembangkan Banking Experience. Harapan kami Bank Bengkulu akan terus berusaha meningkatkan perekonomian Bengkulu, dengan kemajuan produk-produk digitalisasi kami akan menciptakan digital ekosistem, jadi seluruh lapisan masyarakat baik dalam maupun luar daerah akan mudah dan tidak sulit dalam transaksi digital,” tutupnya.

Sementara itu pelaku UMKM, Fitria Gustiana, mengatakan, hadirnya Qris Bank Bengkulu ini tentu akan berdampak baik bagi para pelaku usaha utamanya dalam upaya mempercepat tumbuh kembangnya sektor UMKM di Bengkulu.

“Pembayaran melalui Qris sangat luar biasa, hampir 50% transaksi toko kami melalui Qris, dan di Qris ini sudah ada bukti transaksi pembayaran yang sangat berguna,” jelas Fitria.

Pihaknya bersyukur, Qris banyak kelebihannya, pertama QR Code kita telah terbaca di seluruh mobile banking baik di Bank Swasta maupun Himbara, sudah bisa di scan di e-wallet.

“Hubungan Bank Bengkulu bersama kami para pelaku UMKM atau Merchant sangatlah solid, contohnya kami toko busana o’ase yang telah terbantu oleh BPD ini sejak awal merintis, misalnya ketika ada event, kebutuhan barang, souvernir, dan keikutsertaan event dari Bank Bengkulu itu kepada kami, dan juga kami terus di support dana,” terang Fitri.

Selanjutnya Fitri selaku UMKM Busana Batik Basurek Bengkulu menjelaskan, pihaknya bergerak dalam produksi Handmade sehingga harga produk lebih mahal dari produk pabrikan, namun kami tidak takut kalah saing karna para komunitas pecinta kain Basurek pasti lebih menghargai karya miliknya, dan pihaknya oase punya konsep “Zero Eyes” dengan memanfaatkan hasil limbah dari produksi batik Basurek menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis.

“Kami oase juga memiliki produk turunan dan tak kalah saing harga dengan produk-produk China di Indonesia,” pungkasnya.

Kemudian peran Pemerintah Bengkulu terhadap UMKM tentu sangatlah bermanfaat, dengan melalui kedinasan memberikan pelatihan tertentu, contohnya packaging produk, pelatihan website, serta diberikan fasilitas Merk dan BPOM, semua program Pemerintah bagus tinggal kitanya lagi memanfaatkan dengan baik sebagai pelaku UMKM.

Bank Bengkulu juga selalu mementingkan kebutuhan Nasabah dan Merchant yang telah berkolaborasi, tentunya salah dengan pemberian modal usaha mikro dengan bunga kecil.

“Harapan kedepannya transaksi digital ini kedepannya harus berlanjut dan sudah bisa digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, serta pihak perbankan terus bermitra bersama pelaku UMKM, selanjutnya harapan kepada Pemerintah memberikan pelatihan pada seluruh lapisan masyarakat selama 1 tahun,” tutup Fitri. (PMS20)