Peringati Hari RPL Desa, Kaban BPSDM: Bersama Bangun SDM Desa

0
95

Kota Bengkulu – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya peningkatan kualitas Sumber daya Manusia (SDM) Desa. Hal itu dilakukan dalam upaya menjamin kesejahteraan hidup masyarakat Desa dalam jangka panjang.

Hari ini, Kemendes PDTT menggelar peringatan hari Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).  Gelaran tersebut mendorong Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi terlibat langsung menyukseskan Desa sesuai dengan peranannya.

Kepala Badan (Kaban) BPSDM PMDTT, Prof. Dr. Luthfiyah Laila, menegaskan, RPL Desa ini adalah investasi yang luar biasa dan sayang untuk dilewatkan. Ini juga akan menjadi investasi pembangunan di Desa dalam meningkatkan kapasitas di Desa.

“RPL Desa merupakan program yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas SDM dan bermuara pada kesejahteraan warga. Hal itu sesuai dengan implementasi yang dilakukan untuk meningkatkan profit BUM Desa,” ujarnya di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu. Kamis, 07 Maret 2024.

Agenda tersebut juga bertujuan untuk menyediakan SDM pendamping dan manajemen dalam perencanaan dan pelaksanaan pendampingan masyarakat desa.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak dalam menyukseskan acara.

“Alhamdulillah dalam kondisi kurang cerah kita masih dapat menjalankan aktivitas kegiatan dengan lancar. Kemudian ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada panitia, seluruh Pendamping yang sudah hadir, dan terkhusus terima kasih kepada Gubernur Bengkulu melalui PMD Provinsi Bengkulu yang sudah memfasilitasi berjalannya kegiatan,” tegasnya.

Kaban juga berpesan, semuanya yang terlibat dalam agenda tersebut dapat mengikuti agenda sampai dengan selesai.

“Harapan saya, semuanya dapat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan hingga akhir acara,” harapnya.

Kepala Badan (Kaban) BPSDM PMDTT, Prof. Dr. Luthfiyah Laila (depan), didampingi Korprov TAPM Provinsi Bengkulu, Feri Susanto, S.E.

Kemudian Koordinator Nasional TAPM, Hasan Rofiqi, menegaskan bahwa kegiatan merupakan salah satu bagian daripada silaturahmi antar para TAPM.

“Agar kedepannya lebih semangat dalam menjalankan tugas serta kinerja. Tetap semangat semuanya,” singkatnya.

Senada disampaikan, Koordinator TAPM Provinsi Bengkulu, Feri Susanto, ucapan terimakasih kepada semua pihak telah mensupport terlaksananya kegiatan.

“Ini menjadi suatu hal spesial Bagi Provinsi Bengkulu, karena ini merupakan kegiatan kedua tingkat Provinsi dan se Indonesia dalam rangka peringatan Hari RPL Desa. Maka harapannya, menjadi giat penting bagi para pendamping dalam upaya meningkatkan kapasitas diri,” ucapnya.

Untuk diketahui, Kementerian Desa PDTT telah meluncurkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau Desa (RPL Desa) dengan tujuan memberikan kesempatan kepada Pemerintah Desa Desa, seperti Kepala Desa, Perangkat desa, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pengelola BUM Desa, Pendamping Desa, dan pegiat desa lainnya untuk mengejar pendidikan formal hingga tingkat S1, S2, dan S3.

Gus Menteri, Desa Abdul Halim Iskandar meresmikan program ini pada tanggal 3 Maret dan menjadikannya Hari RPL Desa, dengan harapan menjadi wadah bagi mereka untuk membangun dan memberdayakan desa.

Program RPL Desa memberikan pengakuan atas capaian pembelajaran individu dari pendidikan formal, non-formal, atau informal, serta pengalaman kerja di tingkat S1, S2, dan S3. Melalui program ini, pengurus BUM Desa dan perangkat desa memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan seperti mahasiswa pada umumnya di perguruan tinggi.

Selain memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik, program RPL Desa juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa, termasuk pengurus BUM Desa dan perangkat desa, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa yang lebih baik. Program ini berupaya memberikan pengakuan terhadap hasil belajar dari pengalaman kerja atau pendidikan non-formal dan informal.

Kebijakan RPL Desa Kemendesa sejalan dengan peraturan pemerintah yang tercantum dalam Menristekdikti Nomor 26 tahun 2016 tentang penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau. Kampus-kampus yang ditunjuk oleh Kementerian Desa PDTT mendidik perangkat desa dan pengurus BUM Desa untuk meraih gelar sarjana. Pengalaman yang dimiliki individu akan dikonversi menjadi sistem kredit semester (SKS) perkuliahan sehingga mereka hanya perlu menyelesaikan mata kuliah yang tersisa untuk mencapai gelar sarjana. (PMS20)

Berikut Agenda selanjutnya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini