Kaur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rembuk Stunting, guna terus memacu upaya percepatan penurunan stunting.
Pemkab Kaur menargetkan angka stunting turun menjadi 12,5% pada tahun 2025 ini, Rembuk Stunting kali ini di aula Bapperida. Rabu, 19 Maret 2025.
Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.PdI selaku Ketua TPPS, ini menegaskan komitmen daerah dalam menanggulangi masalah stunting sebagai program prioritas nasional. Wabup Abdul Hamid menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik yang terhambat, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.
“Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting secara nasional turun tipis, namun Provinsi Bengkulu, termasuk Kabupaten Kaur, mengalami kenaikan. Ini menjadi perhatian serius kita,” ungkap Wabup Abdul Hamid.
Wabup menjelaskan bahwa kenaikan angka prevalensi stunting dari tahun ke tahun memerlukan penanganan bersama dengan melibatkan unsur pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, masyarakat, swasta, dan media. Lima pilar strategi nasional percepatan penurunan stunting, yaitu komitmen kepemimpinan, komunikasi perubahan perilaku, intervensi spesifik dan sensitif, ketahanan pangan dan gizi, serta data dan inovasi, menjadi landasan dalam upaya ini.
“Rembuk stunting ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting. Intervensi tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan, tetapi juga lintas sektor,” tegas Wabup.
Wabup juga mengajak seluruh peserta rembuk untuk lebih serius dan berkomitmen dalam bekerja secara nyata untuk percepatan penurunan stunting.
“Kami ingin semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, masyarakat, hingga sektor swasta dan media, bekerja sama dengan pendekatan sinergis dan kolaboratif. Jika semua elemen bersatu, kita bisa menekan angka stunting secara signifikan,” ujarnya.
Menurut Wabup, aksi percepatan penurunan stunting ini menjadi salah satu program prioritas daerah yang sejalan dengan visi Kabupaten Kaur, yakni “Menuju Kaur yang Maju, Sejahtera, dan Bahagia.”
“Tanpa adanya komitmen dan kerja sama yang kuat, kegiatan kita hari ini tidak akan memberikan dampak yang positif. Kita harus bertindak cepat agar generasi penerus kita tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.
Kepala Bapperida Kaur, Dr. Hiftario Syahputra, S.T, M.Si, menambahkan bahwa rembuk stunting ini merupakan komitmen bersama stakeholder terkait rencana aksi penurunan stunting di Kabupaten Kaur tahun 2025. Target penurunan stunting ditetapkan sebesar 12,5%, dengan fokus pada 40 desa dan 114 anak stunting.
“Kami juga berkomitmen memanfaatkan dukungan anggaran dari setiap OPD, termasuk dana desa yang 20% dialokasikan untuk ketahanan pangan. Jika alokasi ini dilaksanakan dengan baik, angka stunting akan turun signifikan,” jelas Hiftario.
Sebagai penutup, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan Komitmen Bersama Aksi Penurunan Stunting yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. (PMS20)






