Dugaan 456 Siswa Keracunan MBG, Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar 

10391
Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman, S.K.M,
Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman, S.K.M,

Lebong – Pemerintah Kabupaten Lenong, melalui Kepala Dinas Kesehatan membenarkan bahwa hasil uji laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI terkait kasus keracunan massal siswa-siswi di Kabupaten Lebong, hingga kini belum juga diterbitkan secara resmi.

Sebelumnya, masyarakat Lebong Rabu (27/8/2025) lalu dihebohkan dengan peristiwa keracunan ratusan murid akibat mengkonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MGB), ratusan siswa tersebut mulai dari tingkat TK, SD, dan SMP.

Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman, S.K.M, menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima hasil uji laboratorium secara utuh, sehingga belum dapat dirilis maupun diumumkan ke publik penyebab keracunan massal tersebut.

Menurut Rachman, sampel muntahan siswa yang telah dikirim ke BPOM menunjukkan indikasi tercemar kuman. Namun, pihaknya belum dapat menyampaikan hasil resmi sebelum seluruh rangkaian uji laboratorium rampung dan diterima hasil utuh dari BPOM.

“Namun, dapat kita sampaikan untuk sementara ini ada indikasi tercemar kuman tapi kita belum bisa merilis karena belum lengkapnya hasil uji laboratorium,” ujar Rachman. Selasa, 02 September 2025.

Ia menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan kapan hasil uji laboratorium dari Balai POM rilis resmi dan utuh.

“Soal hasil lab kita tunggu saja, belum pasti apakah pekan ini keluarnya atau belum. Namun kita semua berharap hasil dapat segera keluar. Mudah-mudahan minggu ini agar bisa kita rilis segera,” tegasnya.

Akibat keracunan tersebut, setidaknya sebanyak 456 siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, mengalami keracunan massal dengan keluhan pusing dan muntah setelah makan menu MBG. (PMS20)