Beranda DAERAH BENGKULU TENGAH Dosen Agroekoteknologi UNIB Ajari Ibu-Ibu Mengolah Limbah Rumah Tangga

Dosen Agroekoteknologi UNIB Ajari Ibu-Ibu Mengolah Limbah Rumah Tangga

39
Dosen Agroekoteknologi UNIB Ajari Ibu-Ibu Mengolah Limbah Rumah Tangga
Dosen Agroekoteknologi UNIB Ajari Ibu-Ibu Mengolah Limbah Rumah Tangga

Bengkulu – Nampaknya, komitmen Universitas Bengkulu (UNIB) dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna bidang pertanian serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan, bukan hanya isapan jempol belaka.

Kembali, tim Pengabdian Prodi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, melaksanakan kegiatan edukasi dan demonstrasi pengolahan limbah organik rumah tangga melalui teknologi ember/galon tumpuk. Kegiatan digelar dengan sasaran ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Rezeki Bersama kelurahan Beringin Raya,Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Selasa(16/06/2026).

Tim pengabdian dipimpin oleh Putri Mian Hairani, S.P., M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Nanik Setyowati, M.Sc., Ir. Merakati Handajaningsih, M.Sc., dan Dr. Ir. Uswatun Nurjanah, M.P. Selain itu, juga melibatkan tiga mahasiswa Prodi Agroekoteknologi, yakni Kepri, Rajaesta Rafflesia Kesatria Agung, dan Samuel Otniel Timoty Panjaitan.

Dalam pemaparannya, Putri Mian Hairani, S.P., M.Si., mengajak peserta tidak hanya berfokus pada pembuatan alat, tetapi, pelurusan pemahaman masyarakat mengenai air lindi.

Dosen Agroekoteknologi UNIB Ajari Ibu-Ibu Mengolah Limbah Rumah Tangga
Dosen Agroekoteknologi UNIB Ajari Ibu-Ibu Mengolah Limbah Rumah Tangga

“Air lindi yang baru keluar dari proses penguraian sampah organik tidak otomatis menjadi pupuk organik cair siap pakai. Cairan perlu disaring, difermentasi lanjutan, diencerkan, dan diuji secara terbatas pada tanaman sebelum digunakan lebih luas. Hal ini penting, agar masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik secara bijak dan aman,” jelasnya.

Dilanjutkan Putri Mian Hairani, S.P., M.Si., cara kerja sistem galon tumpuk ini, menggunakan galon bagian atas, sebagai tempat penguraian limbah organik rumah tangga. Galon bagian bawah berfungsi sebagai penampung cairan lindi yang keluar dari proses penguraian.

“Teknologi ini dipilih, lantaran lebih murah, lebih sederhana dan mudah diterapkan untuk skala rumah tangga,” imbuhnya.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan edukasi dan praktik langsung pemilahan limbah organik rumah tangga, prinsip kerja galon tumpuk, penggunaan EM4 dan molase dalam proses fermentasi, serta pemanfaatan air lindi secara aman sebagai pupuk organik cair pendamping tanaman pekarangan.

Dosen Agroekoteknologi UNIB Ajari Ibu-Ibu Mengolah Limbah Rumah Tangga
Dosen Agroekoteknologi UNIB Ajari Ibu-Ibu Mengolah Limbah Rumah Tangga

Tidak hanya pelatihan teknis, kegiatan ini juga menekankan aspek pemberdayaan perempuan. KWT Rezeki Bersama dinilai memiliki peran strategis dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan pemanfaatan pekarangan.

“Kita berharap teknologi galon tumpuk dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga. Selain mengurangi sampah dari sumbernya, teknologi ini juga dapat membantu masyarakat memanfaatkan bahan organik rumah tangga secara lebih produktif, aman dan ramah lingkungan,” tutup Putri Mian Hairani.

Kemudian, sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, tim juga menyerahkan sejumlah alat dan bahan kepada para peserta, berupa 6 set galon tumpuk siap pakai, 2 galon bekas untuk menampung air lindi, 3 botol molase, 3 botol EM4, contoh air lindi mentah yang masih perlu difermentasi, serta contoh air lindi yang sudah bisa digunakan secara terbatas. Lalu, peserta juga memperoleh handout, slide presentasi, dan flyer, sebagai bahan rujukan praktik mandiri di rumah masing-masing. (PMS20)