LEKRA Gelar Diskusi Publik “Ekonomi Hijau untuk Bengkulu”

911
LEKRA Gelar Diskusi Publik “Ekonomi Hijau untuk Bengkulu”
LEKRA Gelar Diskusi Publik “Ekonomi Hijau untuk Bengkulu”

Bengkulu – Lentera Kedaulatan Rakyat (LEKRA) menggelar Diskusi Publik bertema “Ekonomi Hijau untuk Bengkulu: Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Hotel Latansa Bengkulu, Selasa (03/06/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemahaman bersama mengenai pentingnya transformasi pembangunan ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Diskusi publik ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, akademisi, aktivis, serta pemangku kepentingan yang peduli terhadap arah pembangunan Bengkulu ke depan.

Presiden LEKRA, Deno Andeska Marlandone, menegaskan bahwa tema diskusi ini mencerminkan urgensi perubahan paradigma pembangunan ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan semata, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan keadilan sosial.

“Tema ini menegaskan pentingnya transformasi pembangunan ekonomi yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial. Melalui pendekatan ekonomi hijau, Provinsi Bengkulu diharapkan mampu memanfaatkan potensi alam dan sumber daya manusia secara optimal tanpa mengorbankan keberlangsungan ekosistem serta keadilan antar generasi,” ujar Deno.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai konsep ekonomi hijau. Selama ini, masih banyak pihak yang memandang ekonomi hijau hanya sebatas upaya perlindungan lingkungan, padahal konsep tersebut juga merupakan strategi pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

LEKRA Gelar Diskusi Publik “Ekonomi Hijau untuk Bengkulu”
LEKRA Gelar Diskusi Publik “Ekonomi Hijau untuk Bengkulu”

“Melalui diskusi publik ini, kami berharap peserta memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang dapat mendorong perubahan pola pikir dan perilaku dalam mendukung pembangunan hijau yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Diskusi publik ini juga diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun kolaborasi konkret lintas sektor dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan dan inklusif di Provinsi Bengkulu.

Dalam agenda tersebut, LEKRA menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dedi Hardiansyah Putra, S.Sos. dan Norodom Sihanouk, yang memaparkan pandangan serta gagasan terkait penerapan ekonomi hijau dan tantangannya dalam konteks pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, LEKRA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya gagasan, kebijakan, dan aksi nyata menuju pembangunan Bengkulu yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berpihak pada generasi masa depan. (PMS20)