Lebong – Nampaknya, harapan masyarakat Kabupaten Lebong untuk mendapatkan infrastruktur jaringan air bersih yang berkualitas harus dikubur dalam-dalam.
Pasalnya, tiga paket proyek pengembangan jaringan distribusi (JD) dan sambungan rumah (SR) perpipaan air bersih milik Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Kabupaten Lebong tahun anggaran 2025, terindikasi dikerjakan asal jadi tanpa memperhatikan petunjuk teknis, Kamis (06/11/2025).
Penelusuran media ini, pekerjaan galian ketiga paket proyek ini, dilakukan secara manual tanpa bantuan alat berat. Selain itu, kedalaman galian tampak terlalu dangkal. Bahkan, pekerjaan pemasangan pipa dilakukan secara langsung, tanpa menunggu seluruh pekerjaan galian selesai terlebih dahulu ( Tanpa opname galian secara menyeluruh).

”Kedalaman galian berkisar 30-40 cm. Jika galian sudah mencapai 30 cm atau 40 cm, pipa langsung tanam. Kami kerja borongan sepanjang hampir 3 (tiga) kilometer, ” ungkap seorang pekerja yang tidak mau disebut namanya.
Menariknya, fakta yang terjadi dilapangan, berbanding terbalik dengan aturan yang dijelaskan oleh Pihak PUPR-Hub.
Diungkapkan oleh salah seorang Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Fedri Afrian, kedalaman pekerjaan galian memang bervariasi. Pipa ukuran 2 inci, kedalaman galian 50 cm. Sedangkan, untuk pipa 3 inci, kedalaman galian 60 cm.
”Sesuai aturan, seluruh pekerjaan galian harus dihitung dimensinya atau volumenya terlebih dahulu alias harus opname. Setelah itu, baru boleh dilakukan penanaman pipa,”ungkap pria yang akrab disapa Rian ini.

Untuk diketahui, proyek ini terbagi kedalam tiga paket pekerjaan, yakni, paket Peningkatan Jaringan dan SR Air Bulok di Desa Nangai Tayau, bernilai Rp1,5 miliar untuk 300 SR, dilaksanakan oleh CV. Qulity Utama. Kemudian, paket Peningkatan Jaringan dan SR Air Udik di Kelurahan Amen dengan nilai Rp1,15 miliar untuk 230 SR, dikerjakan PT. Zuanova Karya Indonesia. Lalu, paket SR Air Saringan di Kecamatan Lebong Utara dengan nilai Rp1,4 miliar untuk 280 SR, juga dikerjakan PT. Zuanova Karya Indonesia. (Dwa212)








