Ketua DPRD Parmin: Budaya Literasi Fondasi Peradaban

1931
Ketua DPRD Parmin: Budaya Literasi Fondasi Peradaban
Ketua DPRD Parmin: Budaya Literasi Fondasi Peradaban

Arga Makmur – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Utara, Parmin, S.IP, menghadiri Festival Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bengkulu Utara ke-66. Rabu, 02 Juli 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Parmin, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme peserta dan penyelenggara festival literasi ini. Menurutnya, literasi tidak sekadar soal membaca buku, tetapi juga bagaimana seseorang mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Perlu kita ingat bahwa budaya literasi adalah fondasi peradaban, untuk itu melalui festival ini kita tidak hanya membangun kecintaan terhadap buku, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berpikiran terbuka dan berdaya saing tinggi,” ujar Parmin.

Pihaknya juga berharap festival seperti ini terus digalakkan setiap tahun, bahkan di tingkat kecamatan hingga desa, agar budaya baca dan menulis tidak terhenti hanya di perkotaan. Ia menegaskan komitmen DPRD Bengkulu Utara untuk terus mendukung penguatan program-program literasi melalui kebijakan maupun penganggaran daerah.

“Tentu kami di DPRD siap mendorong agar anggaran untuk penguatan literasi, perpustakaan, dan pendidikan bisa terus ditingkatkan. Karena dengan SDM yang unggul, daerah kita akan semakin maju dan berdaya saing,” tambah Parmin.

Ketua DPRD Parmin: Budaya Literasi Fondasi Peradaban

Dalam festival tersebut, juga dilakukan penyerahan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba oleh Ketua DPRD, Bupati Bengkulu Utara yang diwakili pejabat terkait, serta kepala dinas. Para pemenang diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak dan remaja lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan literasi mereka.

“Mari jadikan literasi sebagai gerakan bersama untuk membangun Bengkulu Utara yang lebih hebat di masa depan,” tutup Parmin.

Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam upaya membangun budaya baca dan literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Festival Literasi yang diikuti oleh sekitar 600 peserta ini diisi dengan berbagai kegiatan lomba yang mendidik dan membangun keterampilan berbahasa dan wawasan literasi. Di antaranya adalah:

  1. Lomba Bertutur Anak Tingkat SD/MIN yang menampilkan kemampuan bercerita anak-anak dengan berbagai tema lokal yang penuh nilai budaya dan kearifan lokal.
  2. Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat SMA/SMK/MAN sebagai upaya menumbuhkan keterampilan komunikasi dalam bahasa asing yang menjadi kunci penting menghadapi tantangan global.
  3. Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan, untuk mendorong desa dan kelurahan di Bengkulu Utara meningkatkan kualitas perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat.
  4. Pemilihan Duta Baca Bengkulu Utara, yang menjadi ajang mencari sosok inspiratif dari kalangan generasi muda untuk menjadi ikon literasi di daerah. (ADV/PMS20)