Lebong – Pembangunan jembatan beton yang menghubungkan Desa Tik Sirong dan Desa Ajai Siang, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Sabtu (4/7/2026), pekerjaan telah memasuki tahapan pemasangan bekisting dan pengecoran pondasi abutment yang menjadi salah satu struktur utama penopang konstruksi jembatan.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh personel Kodim 0409/Rejang Lebong bersama masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga jembatan segera dapat dimanfaatkan oleh warga.
Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla., mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu prioritas karena merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Tik Sirong dan Desa Ajai Siang.
Menurutnya, sejak jembatan lama mengalami kerusakan berat, masyarakat terpaksa menggunakan jembatan darurat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian.
“Beberapa waktu terakhir warga hanya mengandalkan jembatan darurat karena jembatan sebelumnya mengalami kerusakan berat,” ujar Agung Lewis Oktorada.
Ia menjelaskan, pembangunan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tahapan teknis konstruksi. Setelah proses pemasangan bekisting selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran pondasi menggunakan material yang memenuhi standar agar menghasilkan konstruksi yang kuat dan memiliki daya tahan yang baik.

Dandim juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan memperhatikan aspek keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
“Saya minta seluruh personel di lapangan bekerja sesuai perencanaan. Jangan hanya mengejar kecepatan, tetapi pastikan kualitas bangunan benar-benar sesuai standar sehingga jembatan ini dapat digunakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Di sisi lain, pembangunan jembatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan agar aktivitas sehari-hari kembali berjalan normal tanpa harus bergantung pada jembatan darurat yang dinilai kurang aman, terutama saat debit sungai meningkat.
Salah seorang warga, Gatot, mengaku bersyukur karena pembangunan jembatan permanen terus berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Semoga pekerjaannya lancar dan cepat selesai agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan hasil pertanian juga lebih mudah diangkut,” ujar Gatot.
Keberadaan jembatan permanen tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Topos. (Rls)






