Dugaan Keracunan MBG, Wagub Mian Minta APH Usut Tuntas

10365
Dugaan Keracunan MBG, Wagub Mian Minta APH Usut Tuntas
Dugaan Keracunan MBG, Wagub Mian Minta APH Usut Tuntas

Lebong – Riuh soal dugaan keracunan akibat mengonsumsi peket Makanan Bergizi Gratis (MBG) dianggap sebagai ancaman serius bagi kesehatan anak di Kabupaten Lebong.

Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Mian, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Lebong lebih serius mengawasi jalannya MBG termasuk menutup pengelola dapur untuk kepentingan penyelidikan.

“Prihatin, insiden keracunan tidak boleh terulang kembali. Tentu ini juga akan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu, untuk itu perlunya penyelidikan lebih lanjut melibatkan Aparat Penegakan Hukum (APH),” ujar Mian saat meninjau langsung ke Lebong. Kamis 28 Agustus 2025.

Menurutnya, penyelidikan penting dilakukan agar mengetahui apakah ada unsur kelalaian maupun kesengajaan dari pengelola dapur MBG dalam menyajikan makanan yang menyebabkan ratusan siswa keracunan.

“Kami tegas bahwa pengelola dapur MBG ini dihentikan dan diinvestigasi terlebih dahulu, kelemahannya di mana itu nanti ranah APH dan tim investigasi. Pemprov menekankan untuk saat ini anak-anak bisa sembuh, karena ini musibah yang harus kita tangani serius,” ucap Politisi PDIP tersebut.

Dugaan Keracunan MBG, Wagub Mian Minta APH Usut Tuntas
Dugaan Keracunan MBG, Wagub Mian Minta APH Usut Tuntas

Ia menambahkan, selain menutup dapur MBG, mantan Bupati Bengkulu Utara dua periode ini bergerak cepat dengan menelpon langsung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu. Ia meminta Baznas menyiapkan makanan tambahan bagi para korban agar kondisi kesehatan mereka cepat pulih.

“Baznas kita harus tunjukkan perhatian, untuk tiga sampai empat kali ke depan, makanan tambahan bagi korban akan ditanggulangi Baznas,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau para siswa yang masih mengalami gejala keracunan agar tidak ragu untuk berobat ke rumah sakit. Pihaknya memastikan akan mendampingi seluruh korban.

“Jangan tadi dan takut berobat ke rumah sakit, kita akan dampingi. Sementara bagi siswa yang kondisinya sudah membaik, silakan dipulangkan agar rumah sakit tidak terlalu sesak,” tegasnya. (PMS20)