Pemkab Kaur Luncurkan Sekolah Rakyat 

270
Pemkab Kaur Luncurkan Sekolah Rakyat 
Pemkab Kaur Luncurkan Sekolah Rakyat 

Kaur – Pemerintah Kabupaten Kaur kembali memberikan terobosan, menghadirkan pendidikan untuk mencerdaskan generasi Bangsa di Kabupaten Kaur, dalam hal ini Pemkab resmi meluncurkan Sekolah Rakyat (SR) Kaur, program pendidikan berasrama gratis untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 100 siswa baru, terdiri dari 60 siswa SMP dan 40 siswa SMA, mengikuti pembukaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung. Senin, 14 Juli 2025.

Dalam peluncuran tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Kaur, Abdul Hamid, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus kesenjangan pendidikan di Indonesia.

“Kami di daerah sangat mendukung penuh program ini, Sekolah Rakyat menjadi solusi kongkret bagi anak-anak dari keluarga miskin agar tetap bisa mengakses pendidikan berkualitas,” ujar Wabup Hamid.

Ia menambahkan, SR Kaur dirancang sebagai boarding school, para siswa akan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan. Tidak hanya biaya sekolah yang ditanggung pemerintah, tapi juga kebutuhan harian seperti makan, tempat tinggal, dan perlengkapan belajar.

“Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan 2, yaitu kelompok masyarakat miskin dan sangat miskin berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Selama pembangunan gedung permanen yang direncanakan rampung tahun 2026, kegiatan belajar dilakukan di eks Gedung SMAN 11 Kaur,” tegasnya.

Menariknya, sebelum memulai kegiatan belajar, seluruh siswa menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap. Tes meliputi kebugaran fisik, pengukuran berat dan tinggi badan, status gizi, serta pemeriksaan mata, telinga, gigi, dan kesehatan mental. Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan siswa secara fisik dan psikologis dalam mengikuti pendidikan berbasis asrama.

Antusiasme juga tampak dari para orang tua. Salah satunya, Rengga Saputra, wali murid asal Desa Bukit Makmur, menyampaikan rasa syukurnya.

“Ini jawaban dari doa kami selama ini. Anak saya bisa sekolah tanpa beban biaya. Terima kasih kepada pemerintah,” ujarnya haru.

Sekolah Rakyat Kaur bukan hanya sekadar tempat belajar, tapi juga simbol harapan baru. Pemerintah berharap model pendidikan inklusif ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperluas akses pendidikan yang setara dan berkeadilan. (Rls/PMS20)