Bengkulu – Universitas Bengkulu (UNIB) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, tim dosen dan mahasiswa UNIB menggelar pelatihan bertajuk “Penguatan Kapasitas Guru dalam Pembelajaran Membaca Multisensori Berbasis Child-Friendly Educational Technology bagi Siswa Sekolah Dasar” yang diikuti guru-guru Sekolah Dasar Gugus 3 Kecamatan Teluk Segara. Rabu, 15 Juli 2025.
Kegiatan yang dipusatkan di SD Negeri 03 Kota Bengkulu sebagai sekolah inti tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didanai melalui hibah kompetitif Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun 2026.
Tim pengabdian dipimpin oleh Yuli Amaliyah, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dengan anggota Agung Anugrah, S.Pd., M.Pd. dari Prodi PGSD serta Perti Rosanda, S.Pd., M.A. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa PGSD, yakni Putri Andriani dan Azizah Wulandari.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh solusi praktis untuk mengatasi berbagai tantangan pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas I hingga III SD. Permasalahan yang kerap dihadapi guru, mulai dari rendahnya motivasi membaca, kebiasaan siswa masih mengeja, kesulitan menghubungkan huruf dengan bunyi, hingga sering tertukarnya huruf seperti b-d dan p-q, diperkenalkan penyelesaiannya melalui pendekatan pembelajaran multisensori yang dipadukan dengan teknologi pendidikan ramah anak.
Pendekatan multisensori mengintegrasikan berbagai modalitas belajar, yakni visual, auditori, kinestetik, dan taktil, sehingga anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret, menyenangkan, sekaligus mudah diingat. Semakin banyak indera yang dilibatkan, semakin optimal proses pembelajaran yang diterima siswa.
Sebagai inovasi utama, tim pengabdian memperkenalkan aplikasi MOBACA, sebuah media pembelajaran interaktif yang dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran multisensori, yaitu aktif, konkret, bertahap, berulang, bermakna, dan menyenangkan. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan guru sebagai media pembelajaran di kelas sekaligus digunakan siswa secara mandiri di rumah dengan pendampingan orang tua.

Tak hanya itu, tim juga meluncurkan Sistem Monitoring dan Evaluasi Membaca Sekolah (SIMECA), sebuah platform digital yang membantu guru memantau perkembangan kemampuan membaca setiap siswa secara individual. Aplikasi ini dapat diakses melalui komputer maupun telepon seluler, sehingga memudahkan guru mengelola kelas digital sekaligus memberikan laporan perkembangan belajar secara berkala. Orang tua pun dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mendampingi latihan membaca anak di rumah.
Ketua tim pengabdian, Yuli Amaliyah, menjelaskan bahwa kehadiran MOBACA dan SIMECA diharapkan menjadi solusi inovatif dalam mendukung pembelajaran membaca permulaan di sekolah dasar yang lebih efektif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus sesuai dengan karakteristik belajar anak.

“Syukur Alahmdulillah, antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi, mencoba langsung fitur-fitur aplikasi, serta menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dinilai mampu menjawab berbagai persoalan pembelajaran membaca yang selama ini mereka hadapi,” ujar Ketua tim pengabdian, Yuli Amaliyah.
Ia menambahkan, beberapa peserta bahkan mengaku tidak menyangka bahwa teknologi yang selama ini akrab digunakan di sekolah maupun di rumah dapat dioptimalkan sebagai media pembelajaran membaca yang menarik dan memotivasi siswa untuk belajar secara mandiri.

“Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap para guru dapat mengimplementasikan metode dan teknologi yang telah diperkenalkan, sekaligus menyebarluaskan praktik baik tersebut kepada guru-guru lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tegasnya.
Sebagai penutup kegiatan, Yuli Amaliyah bersama seluruh anggota tim secara simbolis menyerahkan aplikasi MOBACA dan SIMECA kepada Ketua Gugus 3 yang juga menjabat sebagai Kepala SD Negeri 03 Kota Bengkulu. Penyerahan tersebut menjadi bentuk komitmen UNIB dalam mendukung peningkatan mutu literasi dasar melalui pemanfaatan teknologi pendidikan yang dapat digunakan secara gratis demi kemajuan pendidikan di Kota Bengkulu. (PMS20)






