Bogor – Wisata Literasi yang dihadirkan dalam Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 H mendapat sambutan hangat dari para pelajar. Beragam wahana edukasi, mulai dari Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Museum Al-Qur’an, galeri kaligrafi, Planetarium Mini, hingga talkshow literasi menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi para pengunjung.
Milfest merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama memperkuat budaya literasi Islam melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.
Kesya Nadira dan Ratu, siswi MTsN 2 Bogor, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti Wisata Literasi di UPQ. Keduanya baru mengetahui bahwa Kementerian Agama memiliki fasilitas percetakan Al-Qur’an yang selama ini menghasilkan mushaf standar Indonesia.
“Seru banget. Kita bisa banyak belajar. Kita lihat ayat-ayat Al-Qur’an, tahu bagaimana proses percetakan Al-Qur’an, terus melihat lukisan-lukisan kaligrafi,” ujar Kesya di Bogor, Jumat (31/7/2026).
Ratu menambahkan, kunjungan tersebut membuka wawasan baru tentang keberadaan UPQ. “Kita jadi tahu kalau di sini ada percetakan Al-Qur’an. Soalnya sebelumnya kita enggak tahu ada UPQ,” katanya.
Menurut mereka, kegiatan seperti ini layak terus digelar agar semakin banyak generasi muda memahami proses lahirnya mushaf Al-Qur’an. “Adain lagi sih. Kegiatan ini berguna buat penerus bangsa supaya tahu bagaimana pencetakan Al-Qur’an dan penjelasan tentang Al-Qur’an,” tambahnya.

Kesan serupa disampaikan Rauf, siswa MTsN 44 Jakarta Timur. Ia menilai Wisata Literasi menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya mengenalkan Al-Qur’an, tetapi juga memperluas wawasan keislaman melalui berbagai wahana yang tersedia.
“Ini pengalaman yang sangat berharga. Banyak yang bisa dipelajari, seperti Planetarium Mini. Terus bisa melihat Al-Qur’an dan kitab-kitab lain, juga belajar pelajaran Islam lainnya seperti fikih wanita,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena memberikan manfaat besar bagi para pelajar. “Lanjut dong. Keren banget karena bisa menambah pengetahuan juga,” katanya.
Sementara itu, Arasya Muhammad Alam, siswa MAN 24 Jakarta, mengaku terkesan dengan ragam kegiatan yang disajikan selama Milfest. Selain mengenal seni khat dan proses pencetakan Al-Qur’an, ia juga mengikuti sesi talkshow yang membahas pengambilan keputusan.
“Seru banget. Saya jadi tahu tentang khat dan pencetakan Al-Qur’an. Kebetulan tadi saya juga ikut talkshow tentang bagaimana cara mengambil keputusan yang baik dan benar,” tuturnya.
Arasya berharap penyelenggaraan Milfest semakin dikenal masyarakat sehingga lebih banyak pelajar dapat merasakan manfaatnya. “Bisa disebarluaskan lagi. Sayang kalau acara sebagus ini cuma sedikit orang yang tahu,” ucapnya.
Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Dedi Slamet Riyadi, mengapresiasi tingginya minat generasi muda dalam mengikuti rangkaian Wisata Literasi. Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan edukatif dan interaktif mampu menarik minat pelajar untuk lebih mengenal khazanah Al-Qur’an dan literasi keislaman.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme adik-adik pelajar yang begitu tinggi. Ini menunjukkan bahwa literasi keagamaan bisa dikemas secara menarik dan menyenangkan tanpa mengurangi esensi keilmuannya,” ujar Dedi.
Ia berharap, ke depan, Milfest dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. “Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya, sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kedekatan emosional dan intelektual dengan Al-Qur’an serta khazanah literasi Islam,” tambahnya. (Rls)






