Al-khair Kairutullah “Pilihan Allah Adalah Yang Terbaik”

0
99

Lebong – Hay Gaes, Kabar baik disini, semoga disana juga ya. Bagaimana hari-harimu sekarang? Lebih baikah? Atau senantiasa dihadiri oleh banyak masalah?. Dalam menjalani kehidupan memang sering kali menghadapi banyak masalah baik itu masalah ringan atau masalah berat yang harus diurus secara serius, yang banyak menguras pikiran dan tenaga bahkan membuat kita stress dan sangat lelah dalam menjalani kehidupan.

Selain masalah yang senantiasa menghampiri, kita juga seringkali mengeluhkan nikmat-nikmat atau kebahagian yang orang lain dapat. Melihat orang lain tampak seperti bahagia selalu jalan-jalan, makan direstoran, nongkorng di café terkenal, punya barang mewah dan nikmat yang lain pasti kita pernah mengatakan enak ya jadi orang itu jalan-jalan terus, makan enak terus, dan lain-lain. Penulis pun demikian pernah merasakan hal yag serupa iri terhadap kebahagian orang lain enak ya jadi kamu punya orang tua yang kaya mau apa-apa tinggal minta aja, sedangkan aku kalau mau apa-apa harus usaha dulu harus cari uang dulu. Kalau kalian gimana gaes? Pernah mengeluhkan hal itu juga nggak? Merasa hidup orang lain lebih enak dibandingkan hidup kita, merasa kecewa dengan jalan hidup yang tidak sesuai dengan keiingnan kita. Pasti pernah bukan.. pasti dong, bisa dipastikan setiap dari orang yang hidup pasti pernah mengeluhkan hal itu berkata dengan dalih Tuhan tidak adil pasti pernah minimal sekali seumur hidup.

Namun sayangnya, kita hanya focus dengan masalah-masalah yang terjadi dalam hidup kita, padahal dibalik masalah yang terjadi kita masih memiliki banyak kenikmatan yang Tuhan beri. Kita hanya sibuk membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain yang lebih dari kita tanpa melihat diluar sana masih banyak orang yang hidupnya lebih menderita dibandingkan dengan hidup kita. Pada kesempatan ini penulis akan menceritakan suatu kisah inspiratif tentang kehidupan dan smeoga bisa merubah mainsed hidup kita agar selalu berprasangka baik terhadap Tuhan kita dan selalu menjadi orang yang senantiasa bersabar dan bersyukur. Cerita inspiratif ini penulis beri judul ”Al Khair Khairutullah” Pilihan Allah adalah yang terbaik.

“Pada suatu masa ada seorang raja yang sangat menyayangi rakyatnya. Setiap rakyat nya yang mendapatkan musibah dia selalu mengatakan Al-Khair Khairutullah “Wahai rakyatku pilihan Allah adalah yang terbaik” mendengar kalimat tersebut lapang lah hati rakyatnya. Hingga suatu hari sang raja lah yang mendapatkan musibah. Jari tangannya terputus, lalu ia mengadu kepada salah seorang menteri kesayangan nya. Dan menteri tersebut mengatakan kepada Raja kata-kata yang biasa Raja katakan kepada rakyatnya. Al-Khair Khairutullah “Wahai Raja pilihan Allah adalah yang terbaik” mendengar kalimat tersebut Raja murka dan marah dan langsung memenjarakan Perdana Menteri yang tadi. Hingga pada suatu hari Raja bersama pasukannya pergi berburu kedalam sebuah hutan dan mereka tersesat jauh dalam hutan tersebut hingga akhirnya tertangkap oleh sekelompok orang penyembah roh. Satu persatu pasukan Raja disembelih untuk dipersembahkan kepada dewa penyembah ro tadi. Hingga tibalah giliran Raja, tapi Raja tidak jadi di Sembelih karena mereka melihat jari Raja yang terputus dan menganggap bahwa Raja adalah Raja yang cacat. Akhirnya Raja di bebeaskan dan selamat kembali ke istana.

Sesampainya istana Raja segera membebaskan menteri yang ia penjarakan lalu berkata kepada mentari tadi “Wahai menteri benar yang engkau katakan Al Khair Khairutullah pilihan Allah adalah yang terbaik. Lalu Raja menceritakan ala yang telah terjadi padanya pada menteri tadi. Lalu Raja bertanya “wahai menteri apakah penjara bagimu adalah yang terbaik pilihan Allah. Menteri pun menjawab “benar wahai Raja Al Khair Khairutullah penjara ku knj adalah hang terbaik yang Allah berikan”

Lantas Raja bertanya apa hikmahnga engkau masuk penjara wahai menteri? Menteri pun menjawab “Wahai Raja seandainya saya tidak masuk penjara tentunya saya akan ikut bersama engkau berburu dan tentunya saya akan disembelih bersama pasukan yang tadi. Namun Allah menyelamatkan saya dengan memasukan saya kedalam penjara ini”

Dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran betapa Allah pengatur skenario terbaik dalam kehidupan kita. Dan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba hamba-Nya. Tetapi sering kali kita yang berburuk sangka kepada ;Allah bahkan sampai menganggap Allah tidak sayang. Padahal sebelum nya Allah sudah menggambakan dan memberikan pelajaran bagi kita. Dalam Al Quran surah Al Baqarah ahat 216 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat naik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu”

Iman Al-Hasan bin Ali Abi Thalib pernah mengatakan “Barang siapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dka tidak akan mengangan angankan sesuatu selain keadaan yang Allah pilih kan untuknya. Inilah sikap ridha terhadap semua ketentaun dan takdrj yang Allah tetapkan dalam semua keadaan yang telah Allah berlakukan bagi hambanya.

Maka kita sebagai seorang hamba yang beriman dan betakwa sudah sepantasnya kita meyakini dgn sepenuh hati bawah Apapun yang Allah pilihkan untuk kita dan apapun yang kita alami dalam kehidupan hari ini adalah bentuk cinta dan kasih sayang Allah kepada kita. Jangan lagi sibuk mengelih dengan keaadaan yang kita alami. Akhirnya kita kupas bersyukur akan nikmat yang telah Allah beri. yakinlah pilihan Allah adalah yang terbaik.

Na demikianlah cerita inspiratif yang bisa penulis sampaikan hari ini semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Semoga teman-teman yang membaca kisah ini bisa termotivasi ya dan kita harus senantiasa saling mengingatkan antar satu sama lain tentag besarkan nikmat yang Tuhan beri terhadap kita.

Oleh: Cici Trisna, Kader PMII Bengkulu 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini